Monday, 25 July 2016

Kursi Roda Elektrik

Kursi roda  ada yang manual dan ada yang elektrik. Perbedaan  kursi roda manual dengan kursi roda elektrik adalah yang manual untuk mengoperasikannya dilakukan oleh gerakan-gerakan fisik dengan mendorong roda ke depan, belakang dan ke samping. Sedangkan  kursi roda elektrik digantikan dengan remote control yang mempunyai tombol-tombol maju, mundur dan belok.

Harga kursi roda elektrik baru mulai dari Rp 12 juta buatan lokal sampai   Rp 30 juta buatan impor. Kursi roda elektrik bekas dijual lebih  murah sekitar Rp 10 juta-an. Tapi ketersediaannya langka kadang ada, kadang kosong.

Kursi roda elektrik ini tidak disewakan, karena selain mahal investasinya juga jarang yang mau menyewa.


Seandainya disewakan per bulannya kurang lebih  Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,5 juta, apa iya ada yang mau???

Sunday, 24 July 2016

Kursi Roda Bekas

Kursi roda bekas  adalah semua kursi roda yang pernah digunakan. Entah belum pernah dipakai (baru dibuka kardusnya atau sudah dibeli tapi tak jadi dimanfaatkan), baru dipakai atau memang sudah lama dipergunakan.

Pengguna kursi roda bekas ini adalah mereka yang memerlukan kursi roda dengan harga lebih murah dibandingkan dengan yang baru.

Perbedaan harga kursi roda baru dengan bekas mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 1 juta,  tergantung tipe, merek dan kondisi barang

Kadang beruntung, pembeli dapat barang bagus namun harganya murah.

Mahal dan murahnya sebenarnya relatif. Kalau saat mendapatkan kursi roda bekasnya murah, dijual murah. Tetapi jika dapatnya saja sudah mahal, ya otomatis, dijualnya juga mahal.


Solusi dari mahal atau murah kursi roda bekas, ada jalan tengah yaitu sewa kursi roda saja. Jauh lebih hemat daripada beli kursi roda bekas apalagi hanya untuk pemakaian sementara.

Kursi Roda Sela

Kursi roda Sela adalah kursi roda impor dari Cina. Secara kualitas terbukti bagus. Dari dulu sampai sekarang kualitasnya terus ditingkatkan.

Kursi roda Sela ini cirinya di bawh dudukan tangan besinya ada emboss  atau cetakan kotak berbentuk huruf S.

Kursi roda Sela ini mempunyai beberapa varian, antara lain:  kursi roda Sela standar, kursi roda Sela 2 in 1, kursi roda Sela 3 in 1, kursi roda Sela travelling, kursi roda Sela  aluminium, dan lain-lain.


Pilihlah tipe kursi roda Sela yang Anda butuhkan !!!

Kursi Roda Travelling

Kursi roda travelling adalah kursi roda yang dipergunakan untuk bepergian. Dipakai untuk wisata, jalan-jalan atau penggunaan yang sebentar sebentar (pengguna masih bisa berjalan,  dibawa dengan tujuan kalau merasa lelah atau jarak tempuh jauh, baru dipakai).

Kursi roda travelling ini terbuat dari bahan yang ringan yaitu aluminium dan berukuran kecil yang mudah dilipat dan enteng dibawa. Berat kursi roda travelling ini mulai dari 8 kg sampai dengan 13 kg.

Merk kursi roda travelling ini antara lain: Kaiyang, Sela, Gea, Avico, Soma, Karma, dan lain-lain.

Bilamana bagi pembaca masih ada yang ingin ditanyakan, silakan menghubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088, 0856 8361 333 atau email: hanstsebastian@gmail.com.

Cara Memesan Sewa atau Beli Kursi Roda

Bagi Anda yang memerlukan kursi roda entah sewa atau beli, caranya adalah menghubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di telepon (021) 5637475, 5637476 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: hanstsebastian@gmail.com.

Alamat kantor www.kursi-roda.com, Jalan Dr Makaliwe I No. 9 Grogol Jakarta Barat 11450. Belakang Terminal Bus Grogol, depan Klinik Mitra Husada.

Bengkel Kursi Roda

Yang namanya kursi roda digunakan, cepat atau lambat bagian-bagian tertentu kursi roda ada yang mengalami kerusakan. Bagian yang rusak, si pemilik kursi roda berpikir untuk mengganti dengan kursi roda yang baru. Pikiran seperti ini adaalah wajar, mengingat tidak tahu ada bengkel kursi roda.
Tetapi, begitu tahu ada, maka, keinginan untuk membeli kursi roda baru diurungkan. Pemilik hanya ingin memperbaiki bagian yang rusak saja. Selain hemat, juga lebih mudah.

Aapa pun kerusakaan spare part kursi roda akan disediakan. Ada dua pilihan diganti dengan spare part yang bekas tapi masih bagus kondisi 90 persen atau yang baru. Terserah pilihan Anda.

Untuk keterangan perbaikan kursi roda lebih lanjut, silakan hubungi Sinshe Hans di handphone 0819 3261 8088, 0856 8361 333 atau email: hanstsebastian@gmail.com

Wednesday, 20 April 2016

KEPEDULIAN SOSIAL. Mari Berempati kepada Penyandang Cacat



Sejumlah siswa SD negeri dan swasta belajar menjadi pendorong rekan penyandang cacat di kursi roda dalam acara Hari Sensivitas Penyandang Cacat, Jumat (30/3) di Japan Foundation Jakarta.

Sejumlah murid SD di Jakarta, Jumat (30/3) di The Japan Foundation Jakarta, diajak untuk berempati kepada para penyandang cacat. Anak-anak yang secara fisik normal tersebut berbaur dengan rekan-rekannya penyandang cacat.

Mereka dibagi dalam tiga kelompok simulasi. Kelompok pertama belajar bahasa isyarat untuk tunarungu, kelompok kedua belajar huruf Braille, kelompok ketiga belajar menggunakan kursi roda.

Dalam waktu satu jam, siswa SD Negeri 04 Menteng, siswa SD Negeri 12 Pagi Cipete, dan siswa SD Al Azhar yang berbaur dengan murid penyandang cacat tunanetra SLB A Pembina Tingkat Nasional, tunarungu SLB B Santi Rama, tunadaksa dari YPAC, dan kelompok music interaksi (anak down syndrome dan autis) sudah menguasai keterampilan baru itu. Mereka saling Memperkenalkan diri dengan bahasa isyarat, menulis nama dalam huruf Braille, dan mulai lincah menggerakkan kursi roda.

Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan ditandatanganinya Konvensi Hak-hak Asasi Penyandang Cacat Resolusi PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (30/3) pagi waktu setempat. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pun turut hadir dalam sidang PBB tersebut.

Mengenal Pluralitas
Kegiatan ini, menurut Maulani R dari Forum Hak Penyandang Cacat Indonesia,  menandai dimulainya strategi penyadaran masyarakat lebih mengenal dan memahami penyandang cacat.

Komnas HAM pun – seperti dipaparkan Taheri Noor, salah seorang komisioner dari Komnas HAM – mempunyai visi untuk meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia, termasuk kepada para penyandang cacat telah menyusun berbagai program. Antara lain dengan segera mengaplikasikan konvensi tersebut dalam bentuk undang-undang, serta mendorong amandemen UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang bersifat donasi (bantuan-bantuan social) menjadi undang-undang yang ability, yaitu berupaya meningkatkan kemempuan para penyandang cacat. 

Guna menyosialisasikan dimulainya proses penandatanganan konvensi ini, Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) bersama mitra kerjanya – Handicap International dan Komnas HAM – merencanakan untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan kampanye kepedulian terhadap semua lapisan masyarakat dari tingkat provinsi sampai kabupaten. Karena itu anak-anak juga disentuh. Memberikan pengalaman pada anak-anak untuk berteman dengan kawan-kawan mereka yang menyandang cacat, misalnya, dinilai sangat penting sebagai bagian dari proses pendidikan untuk mereka.

“Anak-anak adalah calon pemimpin di masa mendatang. Pemimpin yang baik perlu memiliki kepekaan social yang tinggi, termasuk kepekaan terhadap masalah yang dihadapi warga masyarakat penyandang cacat,” kata Siswadi, Ketua PPCI. (LOK)