Kursi-Roda.com

KURSI RODA

Ingin beli atau sewa kursi roda? Kami dari perusahaan Kursi-Roda.com, menjual dan menyewakan berbagai macam merk dan tipe kursi roda dengan harga murah serta layanan antar ke alamat pemesan.
Untuk keterangan, silakan hubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di Telepon (021) 7077 2459, 9220 6488 Handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 (Pin BB 2AFFEF99) atau email: hanstsebastian@gmail.com.

Harga sewa kursi roda per bulan, mulai dari Rp 120.000,- untuk kursi roda standar, seperti yang ada di rumah sakit dan Rp 150.000,-untuk kursi roda standar velg racing. Kursi roda 2 in 1 Rp 200.000 dan kursi roda 3 in 1 Rp 350.000,- dan harga jual kursi roda baru mulai dari Rp 950.000.-

Selain menjual dan menyewakan kursi roda, pengelola juga adalah seorang terapis yang dapat mengobati stroke dan penyebab-penyebab terjadinya stroke, seperti: stres, hipertensi, kolesterol, diabetes, jantung, ginjal dan penyakit-penyakit lainnya. Untuk keterangan, silakan hubungi Sinshe Hans di Telp (021) 9220 6488 Hp 0819 3261 8088 atau berkunjung ke http://www.Klinik-Stroke-Nusantara.com

Alamat perusahaan Kursi Roda, ada di Jl. Dr Makaliwe I No. 9 Grogol Jakarta Barat (posisinya, ada di belakang Terminal Bus Grogol. Depan Klinik Mitra Husada, dan bersatu dengan kantor BalonUdara).









Kamis, 03 April 2014

KURSI RODA BEKAS

Yang dimaksud kursi roda bekas adalah kursi roda yang pernah dipergunakan. Entah itu sehari, beberapa hari, seminggu atau lebih. Bahkan, ada yang beli kursi roda baru sekalipun, setelah dibuka kardusnya, belum dipakai atau tidak jadi digunakain karena sesuatu hal, dianggap sebagai kursi roda bekas

Seseorang yang mencari kursi roda bekas, di dalam benaknya, berpikir akan ada perbedaan harga yang besar dibandingkan dengan kursi roda yang baru. Padahal, perbedaannya cuma sedikit, hampir tidak banyak bedanya. Kenapa perbedaan harga kursi rodanya sedikit? Karena tergantung kondisi kursi roda yang bersangkutan. Memang harga kursi roda bekas lebih murah. Oleh sebab, proses memeriksa kursi roda yang dijual hampir harus didatangi ke pemilik kursi roda bekas, maka, dari segi waktu, tenaga dan biaya transport juga besar. Itu yang menyebabkan perbedaan harga kursi roda baru dan kursi roda bekas, sedikit sekali. 

Ada juga beberapa harga kursi roda bekas itu lebih murah. Hal ini kejadiannya hanya sesekali. Disebabkan oleh mendapatkan kursi rodanya memang murah, sehingga kursi roda bekas dapat dijual jauh lebih murah dari yang baru. Kalau kebetulan dapat kursi roda bekas yang seperti ini, ya, beruntunglah. 

Kami sebagai pembeli kursi roda bekas juga, sesekali mendapatkan kursi roda bekas yang murah. Kesempatan seperti ini, memang langka dinikmati.

ONE DAY DELIVERY

Memesan kursi roda seringkali mendadak. Terutama, untuk anggota keluarga yang berencana keluar dari rumah sakit. Saat menjelang pulang, baru teringat, bahwa, untuk mengantar pulang, diperlukan kursi roda. Kebutuhan seperti ini dapat dilayani oleh perusahaan kursi roda kami. Hanya saja, waktu pengiriman yang diperlukan minimal 2 jam atau lebih tergantung lokasi dan jarak tempuh. Bilamana pasien tidak bisa menunggu. Diatasi dengan cara dari kamar perawatan, meminjam kursi roda milik rumah sakit untuk sampai ke mobil atau ambulance. Kursi roda yang dipesan dikirim langsung ke rumah. 

Layanan one day delivery kursi roda, biasa dan sering kami lakukan. Walaupun masih sedikit, kecenderungannya akan semakin meningkat. Saat ini, mayoritas, memesan kursi roda untuk keesokan harinya. Ada juga yang memesan kursi roda beberapa hari sebelumnya.

Kami ada justru untuk melayani keperluan pengguna kursi roda. Jika masih ada hal-hal soal kursi roda yang ingin ditanyakan, silakan hubungi Ibu LieLie atau Sinshe Hans di telepon (021) 7077 2459, 9220 6488 handphone 0852 8369 9911, 0819 3261 8088 atau email: hanstsebastian@gmail.com.

Selasa, 31 Desember 2013

PENGGUNA KURSI RODA BISA MENYELAM DI LAUT, SUE AUSTIN MENYELAM DAN MENJELAJAH DENGAN KETERBATASANNYA

SEORANG  perempuan  bernama  Sue  Austin  memiliki keterbatasan fisik dan harus menggunakan kursi roda. Tapi, segala kekurangan yang dimilikinya itu tidak jadi penghalang untuk menyelam dan menjelajah laut.

Seperti dilansir Orange, Austin memulai hobi menyelamnya sejak dia menderita lumpuh di kakinya 16  tahun silam. Meski semua aktivitasnya dilakukan di atas kursi roda, hal itu tidak menghentikan keinginannya untuk tetap menjelajah laut.

Perempuan  cantik  tersebut  mulai  mengembangkan  olahraga unik ini dan menamakannya dengan "wheelchair diving".

Austin mendokumentasikan setiap aksinya dalam video yang kemudian diposting di internet. Video yang  berdurasi  tiga  menit  itu  memperlihatkan  dia  menyelam  ke dasar laut dengan bantuan sirip plastik yang melekat pada kaki dan kursi rodanya. (NET)

Selasa, 24 Desember 2013

LANSIA DELAPAN KECAMATAN PEROLEH KURSI RODA "ALAT INI MEMANG SAYA BUTUHKAN"

SENEN (Pos Kota) - Sebanyak 28 lanjut usia (lansia) dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat terharu karena mendapatkan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar. Peralatan tersebut dirasakan sangat bermanfaat dan sangat membantu.

"Alhamdulillah, ini sangat membantu, apalagi pendengaran saya sudah mulai berkurang," kata Maemunah, 65, saat menerima bantuan alat bantu dengar dari Sudin Sosial yang diserahkan Wakil Walikota Jakarta Pusat, H Fatahillah, pada acara kegiatan Perlindungan dan Pelayanan Sosial kepada lansia, Kamis (25/4).

Bantuan kursi roda diberikan kepada 13 lansia dan alat bantu dengar kepada 15 lansia. "Terima kasih alat ini memang saya butuhkan, "Turminem.

H Fatahillah mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan memiliki niat untuk meningkatkan upaya penanganan masalah lansia. Dengan demikian bisa meningkatkan kesejahteraan bagi lansia dan keluarganya. "Semua pihak harus peduli dan perhatian terhadap lansia di lingkungannya," ucapnya. 

BERIKAN  ARAHAN
Ia mengingatkan agar para pejabat terkait di kecamatan untuk selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada para peserta kegiatan. Diharapkan nantinya setelah kembali di wilayahnya bisa mengembangkan bakat dan potensinya secara optimal demi meningkatkan kehidupan lansia. 

Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Marjito, menambahkan kegiatan diikuti 224 peserta terdiri dari 188 orang dari 20 pusat santunan keluarga (pusaka) dan 36 undangan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial dalam lingkungan. (tarta)/st) 

Rabu, 04 Desember 2013

BOCAH BERKAKI KATAK AKHIRNYA BISA BERJALAN. DIPREDIKSI LAHIR MATI HINGGA BERGANTUNG PADA KURSI RODA

Seorang bocah yang lahir dengan kaki seperti katak, akhirnya bisa berjalan ketika berusia lima tahun Bagaimana kisahnya?

Air mata Rachel Andrews (42) dan suaminya Alan Andrews (50) tumpah ketika melihat Emma- Grace-Andrews (5), mengambil langkah pertamanya dengan mendorong-dorong anjing mainan. Betapa  tidak, anak yang dulu dianggap tidak akan bisa berjalan karena punya kaki seperti katak, akhirnya bisa berjalan di usianya yang ke lima tahun.

"Hampir seharian Emma belajar jalan dengan bidai di kakinya. Ia hanya istirahat bila lelah. Sekarang, kemajuannya makin menggembirakan. Ia bisa belajar jalan tanpa dibantu," ungkap Rachel, tak bisa menahan haru. "Memang, cara berjalan Emma masih goyah. Tapi, ia benar-benar bisa berjalan," sambungnya.

Emma pun mulai bisa berjalan kaki ke sekolah setiap hari. Rachel tidak mempermasalahkan, meski ia harus berangkat lebih awal demi mengantar putri tercintanya itu.
  
"Sungguh luar biasa kemajuan Emma. Ia senang bisa menunjukkan kepada orang-orang kalau ia bisa berjalan. Malah, kadang ia berlari. Emma juga mulai ikut olahraga dan drama. Semua hal yang saya harapkan sepertinya mulai jadi kenyataan," ungkap Rachel, bersyukur. 

Bukan tanpa alasan bila pasangan sumai-istri yang tinggal di Kota Lianelli, Carmanthenshire, Inggris itu, mengucap syukur yang tak terhingga. Sebab, perjuangan berat mereka akhirnya membuahkan hasil. Diprediksi Lahir Mati Rachel mengungkapkan, saat masih 20 minggu dalam kandungan, dokter memprediksi Emma akan mati ketika lahir. Sebab hasil USG menunjukkan kalau semua anggota tubuhnya terpuntir. Karena itulah, dokter menyarankan untuk menggugurkan kandungannya.

"Tapi, saya dan Alan dengan tegas menolak saran itu. Saya keukeuh mempertahankan kehamilan, meski dokter memberitahu kalau nantinya putri kami harus menggunakan kursi roda sepanjang hidupnya," tandas Rachel. 

Prediksi bahwa bayi Rachel akan lahir mati memang tidak terbukti. Namun, kondisi bayi Rachel yang diberi nama Emma itu, sangat memrihatinkan. Paha hingga pergelangan kakinya melengkung hingga menekuk ke dalam. "Emma tampak seperti katak kecil," kenang Rachel, sedih.

"Lengannya membengkok dan tangannya terpuntir ke luar. Melihat itu, hati saya benar-benar hancur. Tapi, dalam hati saya berjanji, putri saya akan berjalan, berlari dan menari. Ia akan melakukan semua yang bisa dilakukan anak-anak lainnya," sambungnya.

Rachel tak setuju dengan pendapat orang lain yang pesimistis tentang nasib Emma. Tapi, ia sadar bahwa perjuangan memperbaiki kecacatan gadis kecilnya memang tidak mudah. Ia bahkan sempat nyaris menyerah.

"Jika Anda mengatakan kepada saya setahun lalu kalau anak saya akan berjalan tanpa dibantu, saya akan menganggap Anda benar-benar gila. Namun, sekarang terbukti kalau ia bisa mengatasi begitu banyak rintangan dalam waktu singkat. Ini luar biasa," ujarnya, bahagia.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Rachel melahirkan seminggu  lebih awal dari perkiraan, melalui operasi Caesar. Kondisi bayi yang diberi nama Emma-Grace Andrews itu benar-benar memrihatinkan.  
Ia menderita arthrogryposis, kelainan bawaan yang menyebabkan sendi-sendi kedua tangan dan kakinya melengkung. Kelainan bawaan itu menimpa sekitar 260 bayi di Inggris setiap tahun. Setelah empat hari rawat di rumah sakit, kondisi Emma dinyatakan sehat dan diizinkan pulang. Apa yang seharusnya jadi hari-hari yang membahagiakan bagi Rachel, jadi terasa menyedihkan. Bahkan menakutkan. 

"Orang-orang berdatangan untuk mengucapkan selamat. Tapi, bagi kami sungguh sulit untuk merespon mereka secara positif. Hati saya dan Alan benar-benar hancur," urai Rachel.

Rachel mengakui, ia masih mengurus Emma dengan baik. Ia tetap menyusui, memandikan dan memakaikan bajunya. Tapi, "Sebenarnya yang saya lakukan hanya seperti robot. Saya seolah mati rasa," ucapnya.

Dipasang Bigs dan Bidai
Ketika Emma berusia lima minggu, dokter memasang gips di kedua kakinya, untuk mecoba meluruskannya. Tiga tahun lamanya gibs itu dipasang, tapi upaya itu ternyata tidak berpengaruh.

Akhirnya, Emma dikirim ke Great Ormond Street Hospital London, untuk dioperasi. Ia digips dari pinggul hingga ujung kaki selama enam minggu. Selanjutnya dokter memasang bidai, untuk menjaga kakinya tetap lurus. 

"Setiap pagi saya mencoba memakaikan bidainya. Kalau sudah begitu, Emma pasti berteriak kesakitan. Ia memohon agar saya tidak memakaikan bidainya. Ia tidak menangis, tapi cuma tersedu-sedu. Sungguh menyayat hati," ungkap Rachel.  

Rachel berusaha tegar ketika harus memakaikan bidai pada kaki Emma. Sebab, sang suami, Alan tidak tega melihat Emma kesakitan. 

Rachel sempat bertanya pada dirinya sendiri, sudah tepatkah apa yang telah dilakukannya. Ia pun memutuskan untuk mencoba lagi, dan bila Emma tak juga bisa berjalan, ia akan mencampakkan bidai itu, dan pasrah bila putrinya harus berada di kursi roda, seperti kata dokter. 

"Syukurlah, impian kami bahwa Emma akan bisa berjalan akhirnya bisa terwujud," kata Rachel, bahagia. 

Rachel mengakui, punya anak cacat seperti Emma memang sulit. Tapi, Emma telah mengajarkan bagaimana mengatasi dan melangkah maju dalam menghadapi semua tantangan.
  
Kini, Rachel akan berkonsultasi ke dokter spesialis tentang cara melenturkan tangan Emma. Alan pun mengaku bangga dengan putri kecilnya. 

"Ketika Emma lahir, saya sangat terguncang melihat kondisinya. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya benar-benar mengenal Emma. Ia anak yang ulet dan lucu. Saya kagum pada kekuatan karakter dan tekadnya untuk bertahan melewati setiap situasi sulit yang ia lalui. Ia benar-benar my little princess," papar, Alan, bangga. (bbs/lut/heni)  

Kamis, 12 September 2013

LANSIA BOLEH BERHAJI

Pemotongan kuota jemaah yang diperkirakan akan berlangsung hingga 2016 bersifat fleksibel. MENTERI Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dan mereka yang menggunakan kursi roda dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Hal itu diputuskan setelah pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyediakan fasilitas tawaf bagi mereka.

"Pemerintah Saudi membuatkan fasilitas tawaf khusus bagi lansia dan pengguna kursi roda. Walau sifatnya darurat, bisa digunakan," LANSIA BOLEH BERHAJI kata Suryadharma Ali kepada pers di Bandara Soekarno-Hatta, kemarin. Ia baru saja tiba dari kunjungan ke Arab Saudi.

Sebelumnya, terkait dengan pengurangan kuota jemaah haji 20%, pemerintah Indonesia melarang calon jemaah haji lansia (75 tahun ke  atas) dan pengguna kursi roda untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Pertimbangannya semata-mata faktor keamanan.

Namun setelah mendapat penjelasan dari ad interim Menteri Haji Arab Saudi Abdul Aziz Khoja dan Wakil Menteri Haji Hatim Qadhi, Menag berkeyakinan calon jemaah lansia dengan pengguna kursi roda dapat diberangkatkan. Namun, mereka yang pernah menunaikan ibadah haji tidak dapat diberangkatkan. 

Menag menceritakan Masjidilharam sebetulnya bukan sekadar direnovasi. Lebih tepatnya masjid itu dibongkar dan diperluas. Akibat proses pembongkaran itu, daya tampung tawaf yang dahulu 44 ribu orang per jam, kini cuma 22 ribu orang per jam. 

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Raditiyo Gambiro yang juga mengunjungi Arab Saudi. Menurut dia, perluasan dan pembongkaran masjid yang mengelilingi Kabah akan berlangsung hingga 2016. Selama itu, diperkirakan pengurangan kuota haji tetap diberlakukan.

Menurut Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak, pengurangan kuota itu tidak bersifat kaku. "Persentase pengurangan kuota bergantung pada tingkat penyelesaian proyek perluasan Masjidilharam. persentase pengurangan kuota bisa berkurang, tidak 20%," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Pelajari kerugian

Mengenai potensi kerugian Rp 800 miliar yang bakal ditanggung pemerintah Indonesia akibat pemotongan kuota haji, Mustafa menyatakan pemeritahnya akan mempelajari kerugian tersebut," ujarnya.

Jika memang pemondokan haji tidak digunakan, menurut dia, tentu tidak boleh dimintakan pembayaran. Ia meminta pihak Indonesia segera menyampaikan kepada kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi apabila ada yang meminta bayaran meski pondokan tidak digunakan.

"Ini masalah internal, tidak akan ada pembayaran jika tempat (pemondokan) tidak digunakan," ujar dia.
Sebelumnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan akibat pengurangan kuota calon jemaah haji sebesar 20% yang diumumkan tiba-tiba, Indonesia berpotensi menanggung kerugian sekitar Rp 800 miliar.  

Kerugian tersebut berasal dari biaya transportasi udara yang naik, pemutusan kontrak pemondokan, dan pembayaran selisih biaya haji bagi mereka yang tertunda pelaksanaan hajinya di tahun ini. (SM/Ant/H-3)
oebay@mediaindonesia.com

Selasa, 27 Agustus 2013

FERNANDO CACERES, NYARIS DIBUNUH RAMPOK

KABAR buruk menimpa Fernando Caceres. Rumah mantan punggawa Real Zaragoza yang juga pernah bertanding untuk Valencia ini disatroni kawanan perampok. Nyawa Caceres bahkan nyaris dihabisi para pelaku.

Perampok yang berjumlah lebih dari satu orang itu tidak mengalami kesulitan melumpuhkan Caceres yang sekarang hanya bisa duduk di kursi roda.

Saat itu pria yang telah pensiun enam tahun lalu ini seorang diri di kediamannya. Para perampok dengan mudah menggondol barang-barang berharga milik Caceres. Kepolisian setempat tidak merinci kerugian Caceres atas perampokan tersebut.

Ini merupakan kali kedua Ceceres menjadi korban perampokan. Empat tahun lalu, tepatnya November 2009, laki-laki berusia 44 tahun itu juga berhadapan dengan perampok.

Bahkan, perampokan kala itu nyaris membuat Caceres kehilangan nyawa setelah salah seorang pelaku menembak wajahnya saat ia mengendarai mobil.

Lantaran penembakan itu ia mengalami koma sampai delapan pekan. Caceres yang juga pernah bermain untuk Tim Nasional Argentina baru pulih tahun lalu. Pemulihannya yang lamban menyebabkan Caceres memakai kursi roda hingga sekarang. (ERY)